Untuk Pemerintah, tentang BBM dan TDL

May 7th, 2008 by jkidolaku

Salam untuk Bapak Jusuf Kalla dari saya mewakili Jusuf Kalla Unofficial Fans Club. Maaf sebelumnya karena saya tidak menemukan forum yang tepat untuk mengirim pesan bagi seorang wakil Presiden RI. Tinggi’nya harga minyak telah membuat seluruh lapisan masyarakat kewalahan. Membeli bensin untuk mobil pribadi mahal, harga minyak tanah untuk memasak mahal, ongkos solar untuk menjalankan truk juga menjadi mahal. Saya lihat di koran pemerintah terfokus perhatiannya pada penyiasatan konsumsi BBM ini. Smart card salah satunya, penghematan solusi lainnya, kenaikan harga BBM alternatif terakhir. Pada akhirnya saat ini TDL telah dinaikkan. Kenaikan ini adalah hal yang tidak dapat dihindari.

Sekedar pemikiran saja pak JK. Sebagai rakyat Indonesia yang berkewajiban untuk berjuang bagi bangsa dan negaranya, saya pun merenung apa yang saya butuhkan dari negara untuk dapat melakukan kewajiban saya itu ? Pada dasarnya negara dan rakyat harus bekerja sama, tidak bisa rakyat melulu berjuang tanpa dukungan dari negaranya. Yang paling saya butuhkan sebenarnya adalah melimpah ruahnya kegiatan kegiatan yang bisa menuai kesuksesan diri. Sebagai seorang rakyat Indonesia etnis cina, sayang sekali karena mengikuti tradisi yang sudah ada, saya hanya bisa dianggap sukses kalau menjadi pengusaha. Sebagai non etnis cina pun kesempatan untuk sukses hanya didapat oleh orang yang menjadi antara lain pengusaha, dokter, abri, pns (pejabat) dan polri. Tidak ada nilai sukses yang berarti bagi rakyat Indonesia yang menjadi pemahat, teknisi, nelayan kecil, petani kecil, pelukis, pengarang lagu, pemijat, dll. Tentu saja saya sebagai rakyat Indonesia terus berjuang supaya keadaan ideal itu bisa terwujud pak JK. Untuk itu pak JK saya hanya meminta pemerintah membuat saya sehat selalu dan memberi saya pendidikan dan wawasan agar saya bisa terus maju dengan mobilitas dan efektifitas yang tinggi.

Bapak JK, saya tidak butuh uang tambahan untuk membeli BBM, saya tidak butuh subsidi untuk membayar listrik, saya bisa mencari tambahan atas semua itu kalau kesehatan saya bisa dijaga oleh negara. Selama rakyat sehat, rakyat akan berjuang sendiri, berhemat sendiri untuk menebus selisih harga-harga tersebut. Rakyat juga bisa mencari cara-cara baru untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif kalau pikiran mereka tidak miskin ilmu dan pendidikan. Bahkan bangsa Amerika pun tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang memadai bagi rakyatnya bapak JK. Ketika seorang rakyat amerika terpotong 3 jarinya di sebuah sawmill dia tidak bisa mendapatkan kompensasi asuransi untuk membayar ongkos pengobatan yang mencapai ratusan juta rupiah dikarenakan pekerjaan’nya di sawmill adalah pekerjaan beresiko tinggi yang tidak dilindungi oleh asuransi. Prof Uwe Reinhardt seorang pengamat ekonomi di Princeton University pernah mengatakan apabila seluruh rakyat Amerika disubsidi kesehatannya oleh negara baik itu anak seorang investment banker atau anak petani kecil, Amerika membutuhkan 10 billion USD. Kemarin saya melihat bahwa kenaikan subsidi BBM mencapai 294 triliun rupiah yang berarti 27-28 billion USD. Jumlah yang jauh lebih besar daripada 10 billion USD. Apabila fakta ini benar, dan karena rakyat Indonesia jumlahnya hampir sama dengan rakyat Amerika, bukankah masuk akal kalau kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia ini diwujudkan apabila subsidi BBM dihapus total, bahkan kalau ada sisa bukankah sisa’nya bisa digunakan untuk hal-hal lain yang positifl ? Saya hanya memohon agar negara kita tidak melakukan pengeluaran anggaran yang salah kaprah seperti Amerika yang memboroskan APBN’nya sendiri hanya untuk menginvasi Irak. Mohon maaf bila saya menghadapkan bapak pada informasi yang sepotong-sepotong. Sekali lagi bapak, saya rasa saya tidak berkeberatan untuk membayar BBM dan TDL sesuai harga pasar yang layak kalau bapak mau membayar ongkos pengobatan saya ketika saya sakit, dan membiayai pendidikan anak saya supaya dia bisa mempunyai ilmu dan keahlian yang lebih mumpuni untuk berjuang lebih baik demi negara ini. Saya bisa hidup tanpa bensin dan lampu, tapi saya tidak bisa hidup tanpa kesehatan dan pendidikan yang baik dalam rangka mencari alternatif dari bensin dan lampu tersebut.

Sekali lagi bapak, saya tidak membutuhkan bensin dan listrik murah dari negara. Saya membutuhkan ketika saya sakit negara merawat saya, ketika saya bodoh negara memberi saya ilmu dan pendidikan sehingga saya berwawasan. Saya menganggap negara sebagai orang tua yang merawat dan mendidik, bukan membantu membeli bensin dan membayar listirk. Terima kasih.

Apa yang seharusnya menjadi cita-cita baru setiap insan Indonesia?

July 28th, 2007 by jkidolaku

Saya adalah salah satu dari sekian banyak manusia yang punya rasa keingintahuan tinggi…saya juga adalah satu dari sekian manusia yang mengejar kesenangan dan kepuasan dari materi…Manusia biasa rasa ingin tahunya tinggi dan kesenangannya akan materi juga tinggi, oleh karena itu setiap majalah Forbes menerbitkan daftar orang terkaya dunia ramai-ramai orang membacanya untuk memuaskan rasa ingin tahu berapa banyak uang yang dimiliki oleh si A, bisnis apa yang dimiliki A, kapan saya bisa banyak duitnya seperti A?

Tren ini telah berjalan ratusan tahun sejak capitalisme menjadi sistem yang membuat dunia ini bergerak maju..Akan tetapi sifat alamiah sistem capitalisme yang menimbulkan gap antara pemilik modal dan pekerja membuat sistem ini terkesan sebagai sistem kasta yang keras dan membuat dunia terasa kejam…Orang seperti Karl Marx dan Lenin berusaha mengubahnya dengan membuat sistem komunisme yang membuat sistem sama rata sama rasa..Fakta membukitkan sistem ini melawan sifat alamiah manusia.

Manusia ingin berjuang,bersaing dan menjadi yang terdepan di Majalah Forbes…Tetapi kita melihat kecenderungan akhir-akhir ini….orang no1 dan no2 di majalah Forbes Bill Gates dan Warren Buffet melakukan hal bukan main yang tak terpikirkan dengan menjanjikan 99% kekayaaan (kasus Bill Gates) dan 40milyard usd dari 60 milyard usd (kasus Warren Buffet) untuk dijadikan amal. Setelah mereka berjuang bersusah payah untuk mencapai posisi puncak, mereka dengan seenaknya melemparkan uang tersebut untuk membantu a.l penelitian HIV/AIDS dan tujuan kemanusiaan lainnya. Dapatkah anda membayangkan apa yang mereka pikirkan ?

Tren menjadi yang terkaya sudah kuno…sebagai manusia modern mereka berpikir bahwa di posisi puncak seperti yang mereka dapatkan sekarang ini, yang terpenting adalah bagaimana mereka menulis sejarah tentang diri mereka…Reputasi apa yang ingin mereka tinggalkan untuk generasi ratusan tahun mendatang ?..Nama baik mereka yang seperti apa yang akan diingat oleh generasi ratusan tahun mendatang ? Akan tetapi! Di atas semua itu..mereka mencari sebuah kepuasan batin setinggi langit yang akan mereka rasakan dengan mengembalikan uang milyaran dolar yang telah mereka dapatkan dari masyarakat untuk dapat kembali digunakan oleh masyarakat! Itulah tujuan utama hidup bagi manusia kelas satu di dunia ini…bersaing menjadi yang terbaik..untuk akhirnya menjadi penyumbang yang terbaik!

Manusia itu senang berkompetisi dan berprestasi untuk mendapatkan suatu hadiah…bukan sistem’nya yang perlu diubah…hadiahnya lah yang perlu diubah…penghargaan dunia perlu diubah dengan lebih meninggikan ‘pemberi terbanyak’ (philantrophist)…dan merendahkan ‘pemilik uang terbanyak’ (richest man)!!

Oleh karena itu seyogyanya baik untuk bangsa ini apabila negara ini dibuat supaya tiap sekolah tiap orang tua tiap anak berjuang keras sehingga semuanya menggantungkan cita2 untuk bisa menjadi super-philantropis..Mereka berjuang untuk menjadi penyumbang terbesar bagi masyarakat

Sehingga terwujudlah….

Kesuksesan tidak lagi diukur dari seberapa banyak uang dan kekuasaan yang dimiliki..tapi seberapa banyak uang dan kekuasaan yang anda gunakan untuk memajukan masyarakat yang telah memberikan kekuasaan dan kekayaan pada anda.

Adalah Michelle Sampoerna insan Indonesia yang cantik, berpendidikan tinggi, berakhlak tinggi, yang melakukan tepatnya hal seperti itu….demikianlah ceritanya terlampir…

Panggilan Hidup Sang Putri

DAHONO FITRIANTO & FRANS SARTONO

“Oke, kamu bisa menjadi seorang putri raja, dan tidak usah bekerja. Papa bisa mendukungmu. Atau kamu bisa pulang dan melakukan sesuatu di Tanah Airmu.” Dan saya pikir, saya tidak mau menjadi putri raja.

Kalimat pertama di atas diucapkan Putera Sampoerna kepada putri sulungnya, Michelle Sampoerna, suatu hari di pengujung abad silam. Dan kalimat itulah yang mengubah hidup Michelle untuk selamanya.

“Waktu itu setelah kerusuhan Mei 1998, saya sangat ketakutan dan memutuskan tinggal di Singapura. Sekitar 1,5 tahun kemudian, Papa menyuruh saya pulang. Papa bilang, inilah saatnya bagi kita untuk berbuat sesuatu bagi negeri ini, bagi rakyatnya. Saya cuma menjawab, why me?” kata Michelle memulai obrolan panjang dalam bahasa Inggris di Sampoerna Strategic Square, menara kembar pusat kerajaan bisnis keluarga Sampoerna di tengah Jakarta, Senin (9/4) lalu.

Itulah awal kepulangan Michelle ke Indonesia untuk merintis apa yang kita kenal sekarang sebagai Sampoerna Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi memperbaiki kualitas dan akses pendidikan di Indonesia.

“Saya selalu ingin berbuat sesuatu di bidang pendidikan. Tapi, terus terang saja, enam tahun lalu saya tidak pernah berpikir bahwa keinginan saya itu akan terwujud seperti sekarang ini,” ujar cicit Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan rokok Sampoerna ini.

Kini Sampoerna Foundation (SF) menjadi salah satu yayasan nirlaba terbesar yang didirikan oleh keluarga pengusaha. Hingga Februari 2007 SF telah memberikan lebih dari 25.000 beasiswa mulai dari tingkat SD hingga S-2. SF juga membuka program perbaikan kualitas guru bernama Teacher Institute dan bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung membuka Sampoerna School of Business and Management (SBM-ITB).

Tidak itu saja, melalui program United Schools Program (USP), SF telah mengadopsi 18 sekolah negeri di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali untuk dijadikan sekolah yang lebih baik dari segi fisik bangunan, perlengkapan belajar mengajar, hingga kualitas guru dan kurikulum. Total dana bantuan pendidikan yang disalurkan pada kuartal keempat tahun 2006 mencapai 4,85 juta dollar AS atau sekitar Rp 43,6 miliar.

Pendidikan

Semuanya dirintis oleh Michelle seorang, enam tahun silam. Pada awalnya, Michelle ingin mewujudkan keinginan ayahnya untuk berbuat sesuatu kepada rakyat Indonesia dengan membangun sebuah sekolah khusus anak miskin. “Sekolah itu dirancang mampu menampung 2.500-3.000 siswa dengan fasilitas asrama lengkap,” ujarnya.

Langkah pun mulai disusun, dari mengundang konsultan pendidikan dari Australia dan Selandia Baru hingga merancang arsitektur bangunan. Namun, saat seluruh biayanya ditotal, terlihat angka yang sangat besar. “Biayanya terlalu tinggi, sementara hasilnya tak maksimal karena hanya akan berdampak pada sekitar 3.000 anak per tahun,” ungkap Michelle.

Michelle memutuskan untuk tak jadi membangun sekolah tersebut. Namun, ayahnya tetap mendesak dia mencari jalan lain untuk berbuat sesuatu. “Papa melihat sesuatu dalam diri saya yang tak dilihat orang lain. Dia percaya kepada saya, lebih dari saya percaya kepada diri sendiri. Dia percaya saya bisa menjalankan tugas ini,” kenangnya.

Akhirnya Michelle mengatakan bahwa satu-satunya jalan yang paling mudah dan cepat adalah mendirikan sebuah yayasan. SF didirikan secara resmi pada 1 Maret 2001. “Tetapi, saya bilang ke Papa, kalau bentuknya yayasan, Papa tidak bisa lagi seenaknya masuk dan tell us what to do. Meski Papa yang menjadi pendiri dan penyandang dana utamanya, tetapi yayasan ini akan menjadi milik publik,” ujar sulung dari empat bersaudara ini.

Ada cerita menarik mengapa Michelle enggan menggunakan kata “yayasan” sebagai nama resmi dan justru menggantinya dalam bahasa Inggris menjadi “foundation”. Menurut dia, kata “yayasan” memiliki konotasi buruk setelah jatuhnya Orde Baru. Dan terbukti saat masih memakai nama “yayasan”, pihaknya selalu menemui kesulitan saat harus berhubungan dengan pihak luar negeri. “Akhirnya kami memakai nama Sampoerna Foundation sebagai branding. Meski dalam akta resmi, namanya tetap Yayasan Sampoerna,” paparnya.

Sekolah bisnis

Dengan meniru model yayasan-yayasan serupa di luar negeri, SF di bawah Michelle mulai menjalin kerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional untuk memberikan beasiswa.

Dalam waktu bersamaan, ia juga merencanakan dan melaksanakan berbagai program penggalangan dana. “Kami bukan lembaga amal (charity). Saya tidak suka kata charity. Kami tidak menerima sumbangan dari orang-orang kemudian menyalurkannya, tetapi kami bekerja membuat perubahan dengan uang tersebut,” ucapnya.

Para penerima beasiswa pendidikan tinggi dari SF dikirim ke sekolah-sekolah bisnis di dalam maupun luar negeri untuk meraih gelar MBA (master of business administration). “Menurut Papa, negeri ini membutuhkan lebih banyak entrepreneur. Butuh orang yang bisa me-manage dan meng-organize orang lain,” kata Michelle.

Kerja keras tim yang dipimpin Michelle mulai berbuah dan dari tahun ke tahun aset SF terus bertambah sehingga berbagai program perbaikan pendidikan lainnya mulai dapat dijalankan. Hingga akhir 2006 aset bersih SF telah mencapai 13,27 juta dollar AS (Rp 119,4 miliar). “Sampai sekarang penyandang dana terbesar tetap Papa, tetapi suatu saat nanti, SF harus bisa mandiri tanpa harus tergantung Papa atau saya,” ungkap Michelle.

Ramalan Jayabaya

June 29th, 2007 by jkidolaku

Seiring dengan ketidaktampakan hasil nyata dari reformasi yang telah berjalan selama satu dekade, masyarakat cenderung melihat ke belakang di mana banyak aspek kehidupan tampak lebih tenang. Ketika Presiden Suharto jatuh tahun 1998, rakyat merindukan kepemimpinan Presiden Sukarno yang penuh karisma melupakan krisis ekonomi 1965 yang mana inflasi mencapai 300% tidak kalah dengan inflasi menjelang akhir pemerintahan Pak Harto. Klimaksnya Megawati menjadi tokoh politik yang populer, tapi kisahnya pun hanya sesaat. Setelah melewati pemerintahan Gus Dur, Megawati, segelintir orang mencetuskan propaganda.. ‘Kami merindukan kepemimpinan orde baru yang stabil, jaman Pak Harto segalanya jauh lebih rapi.’ Mereka melupakan keadaan jaman Pak Harto yang penuh kolusi,korupsi,nepotisme,sensor media,ketidakbebasan,dll. Masyarakat cenderung melihat yang enak di belakang, seperti seorang lelaki yang melihat kebaikan kekasih lamanya ketika kekasihnya yang sekarang sedang membuat dia jengkel, lelaki itu lupa bahwa masalah yang dihadapinya membutuhkan penyelesaian ala sekarang dengan cara yang baru bukannya diselesaikan dengan membuat semua kembali seperti yang lama dulu. Salah satu yang dirindukan masyarakat walaupun tidak terlalu mencolok adalah jaman jayabaya, hal ini cenderung berlingkup kekelompokan di masyarakat jawa, tetapi dengan exposure media masa, internet, dan bahkan menjadi tema suatu film, ramalan jayabaya menjadi suatu legenda nasional.

Persepsi tentang ramalan jayabaya adalah akan kembalinya seorang ratu adil yang pada akhirnya akan membalik jaman edan ini menjadi suatu jaman keemasan yang sempurna. Marilah kita tilik serat jayabaya ini, semua yang saya ‘quote’ akan berasal dari sumber di bawah ini:

http://www.xs4all.nl/~badjasur/kreasi/no3/jayabayano3.htm

Bumi saya suwe saya mengkeret.
Bumi semakin lama semakin mengerut.
The earth will shrink.

Sekilan bumi dipajeki.
Sejengkal tanah dikenai pajak.
Every inch of land will be taxed.

Manungsa padha seneng nyalah.
Orang-orang saling lempar kesalahan.
People will tend to blame on each other.

Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.
Banyak orang hanya mementingkan uang.
Many people will become fixated on money.

Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
Banyak pembesar jahat dan ganjil
There will be many peculiar and evil leaders.

Cukup saya ambil 5 bait saja dari seluruh serat, anda bisa membacanya sendiri. Tapi tema dari seluruh serat rata-rata sama dengan 5 bait di atas. Temanya adalah kebobrokan yang terjadi pada jaman jayabaya ini. Tidak ada satupun bait di ramalan jayabaya yang menyebutkan akan datangnya seorang ratu adil yang akan menyelamatkan negara ini. Tidak ada penyebutan tentang negara adil dan makmur. Tidak ada penyebutan masyarakat berakhlak dan beritikad baik. Tidak ada penyebutan tentang negara ini menjadi mercu suar bagi bangsa-bangsa lain.

Jangan mempercayai apa yang anda inginkan untuk terjadi. Lihatlah ramalan ini secara bagaimana ramalan tersebut tertulis. Bait pertama..kekacauan..bait kedua..kekacauan..bait ketiga..kekacauan…bait keempat..kekacuaan…bait terkahir…kekacauan! Jadi demikianlah ramalan jayabaya tersebut intinya adalah kekacauan! Intinya bukan kedatangan seseorang yang akan memperbaiki nasib bangsa ini.

Jadi sebagai manusia negara ini, apa yang akan anda lakukan ? Orang yang pesimis dan tidak peduli akan tertawa dan kembali tidur! Apabila ada hal positif yang harus anda ambil sebagai manusia yang ingin maju, anda harus berpikir! Yang salah harus diperbaiki! Yang kacau harus dibuat rapi! Kita tidak bisa merubah apa yang sudah tertulis atau apa yang sudah terlanjur terjadi! Tapi kita bisa melakukan usaha usaha untuk membuat keadaan yang kacau sekarang ini bisa menjadi lebih baik! Apabila Jayabaya ingin memberikan suatu pesan bagi anda, hal itu bukanlah supaya anda mengharapkan kedatangannya! Tetapi pesan yang dia berikan adalah pesan untuk mawas diri, bangkit, dan memperbaiki keadaan!

‘Hey, manusia Indonesia di jaman mendatang, beginilah jaman yang akan kau alami di masa mendatang!’

‘Aku hanya memberikan gambaran, aku akan meninggal dan aku tidak akan bisa membantu kalian pada masa itu.’

‘Aku berharap dengan ramalan ini, orang-orang yang beritikad baik akan menyadari kesalahan yang terjadi dan segera melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan.’

Inti dari ramalan jayabaya adalah ANDA! Beliau sudah lama meninggalkan dunia ini. Beliau mengharapkan setiap insan Indonesia bangkit dan melakukan tugasnya dan berfokus pada perbaikan keadaan yang telah kacau balau seperti telah dia ramalkan.

Semuanya ada pada diri anda…Apakah anda hanya orang yang berharap merindukan masa lalu ? Ataukah anda adalah orang yang akan melakukan usaha perbaikan, orang yang di penghujung usia akan menuliskan cerita inilah yang aku lakukan di jaman hidupku, perbaikan inilah yang aku telah usahakan di jaman hidupku, perbaikankulah yang telah membuat jaman hidupku ini jauh lebih baik dari masa lalunya ?

Buatlah semua tulisan di serat jayabaya itu menjadi tidak benar! Itulah inti dari kenapa Prabu Jayabaya menulis!

Kenapa Poligami Aa Gym menjadi polemik ?

December 8th, 2006 by jkidolaku

PS: Aku / gua / saya di sini bukan Jusuf Kalla pribadi!

Kalau menurut saya akar permasalahannya adalah dari:

1. cara pandang kita sebagai kaum lelaki bahwa kita itu lebih tinggi dari perempuan, dan para perempuan pun secara tidak sadar masih "setengah mengakui" keadaan ini, walaupun sepertinya dalam dunia ini wanita dan lelaki sudah emansipasi.

Contohnya:

-. Pada waktu menikah, lelaki diharapkan yang menafkahi, hal ini secara tidak langsung membuat posisi lelaki lebih tinggi daripada perempuan.

-. Budaya pernikahan orang di jawa tengah, ada ritual wanita membungkuk dan mencuci kaki calon suaminya, hal ini sudah secara tidak langsung membuat wanita lebih rendah dari suaminya.

2. Kesalahan daripada konsep pernikahan itu sendiri, dan diperparah oleh cara pandang kita (no.1). Pernikahan itu sendiri kalau menurut gue Cuma suatu ikatan yang mengesahkan hubungan intim antara laki-laki dan perempuan, celakanya ikatan ini secara umum sudah dipandang sebagai ikatan seumur hidup. Hal ini wajar karena manusia cenderung berpikir berdasarkan kesan pertama saja. Ketika kita jatuh cinta kita merasa ingin memiliki seumur hidup sepanjang hayat…kalau lagu chinese bilangnya “Ai ni yi wan nian” (Cintai kamu sepuluh ribu tahun)… Kita lupa melihat ujungnya…

1. istri menjadi tua, istri menjadi keriput, istri menjadi gemuk, dll

2. Suami diharapkan bisa berkata romantis ketika FJ samp€ai puluhan tahun ke depan pun ketika FJ masih saja Cuma bisa berkata “Whos your daddy?”, “Do you feel my bong?”

3. Istri yang lembut menjadi pengomel, ketika mempunyai anak istri lebih mencintai anak daripada suami, suami di nomor duakan.

4. Suami diharapkan mau berhenti merokok, tetapi sampai sekarang dia tetap saja merokok…Suami diharapkan bisa jadi konglomerat, tetapi dia tetap saja lelaki yang tidak berambisi tinggi…

DLL….

Pernikahan sudah membuat kita terikat kontrak seumur hidup ketika hal2 seperti di atas itu terjadi kita sudah tidak bisa pull-out..apalagi kalau sudah ada anak, walaupun masih bisa cerai bagaimana anak kita ?

Bagaimana solusinya ?

  1. Pernikahan seharusnya tidak seumur hidup, tetapi dibuat sistem kontrak, entah itu 1 tahun, 2 tahun, setelah selesai masa kontrak suami istri mereview apakah ada ketidak cocokan…Kalau memang tidak cocok ya bisa bercerai. Masalahnya sistem seperti ini pasti tidak populer di masyarakat, karena itu sebelum sistem ini bisa diterima luas, penganut sistem ini seharusnya tidak cerai ketika perkawinan itu sudah menghasilkan anak. Karena anak yang orang tuanya bercerai…atau secara luas anak yang berada dalam kondisi keluarga yang ‘luar biasa’ yang ‘bercerai’ atau yang ‘berpoligami’ ….saya kasih tau… membingungkan anaknya..kalau mental anak tidak kuat kasian anaknya…Kalau gua mau mengkritik Aa Gym mungkin ada di sini…selain dampak negatif buat istri pertama, tidakkah dia berpikir bagaimana perasaan anak2nya ketika bertemu dengan anak2 lain yang hanya memiliki satu bapak dan satu ibu ? Kecuali sang anak mempunyai mental yang kuat dia bisa beradaptasi dengan cepat, kalau mentalnya lemah dia akan sulit beradaptasi dan dampak2 negatif dari trauma ini mungkin akan terbawa seumur hidup. Tentu saja tidak kalah penting dampak negatif bagi pelaku poligami sendiri, bagaimana reaksi masyarakat terhadapnya, mungkin saat dia membuat keputusan dia sudah memikirkan bahwa dia siap, tetapi ketika dipraktekkan ? Kalau dia cukup kuat dia tentunya bisa menghadapinya…kalau dia kurang kuat (mental,fisik,ekonomi) ? Bukankah nanti imbasnya ke diri sendiri dan akhirnya ke keluarga poligaminya sendiri ? Kalau kepala keluarga hancur otomatis keluarga akan hancur…

  1. Cara pandang kita terhadap hak lelaki,kewajiban lelaki,hak perempuan,kewajiban perempuan harus dilihat secara relatif. Tetapi konteks paling penting yang harus diperbaiki adalah ‘rasa memiliki’ … Kita tidak boleh merasa memiliki pasangan kita…karena orang itu memiliki dirinya sendiri, tanyalah pada diri kita yang paling dalam, dalam nurani kita bukankah kita ingin menjadi tuan dari diri kita sendiri ?  ..kalau kita buang jauh jauh perasaan ‘kau milikku’ dan ‘aku milikmu’ ini maka tidak ada masalah berpoligami atau berpoliandri…seorang suami bisa saja memilih punya 9 istri, di mana masing masing istri itu pun mungkin memiliki lebih dari 1 suami…Tentu saja sistem ini tidak umum di masyarakat, masih dipandang sex bebas lah, tidak bermoral lah, seperti binatang lah…dll…Tetapi perlu diingat bukankah manusia sendiri yang membuat pandangan pandangan seperti itu ?  Dia membuat pandangan orang harus setia pada pasangannya…tetapi pada kenyataannya dia sendiri pada ujungnya terdampar pada keadaan di mana dia tidak bisa mempertahankan pandangan kesetiaan itu lagi…Karena pada dasarnya manusia jugalah ‘binatang’ yang kebetulan mampu berpikir ke masalah moral… dan akhirnya terjebak karena pikirannya sendiri. Buang jauh pikiran pikiran sempit itu…buat fair-fair sajalah..kalau gua boleh punya istri selain elu…elu juga boleh punya suami selain gue…

Jadi pandangan gua sendiri tentang poligami Aa Gym ?

Gua tidak pernah setuju bahwa sesuatu itu 100% benar atau 100% salah, 100 % hitam atau 100 % putih …gua ini manusia abu-abu…selalu saja relatif, 75% benar, 25 % salah, atau 50% benar 50% salah, ada komposisinya, karena itu penilaian gua akan berdasarkan sistem komposisi kesalah/tidak salahan:

Aa Gym berhak menentukan bagi dirinya sendiri tentang apa yang dikehendakinya, dia adalah tuan bagi dirinya sendiri…karena itu dalam hal ini dia TIDAK BERSALAH!

Aa Gym telah membuka jalan bagi pria yang ingin berpoligami untuk bisa berpoligami karena itu saya nyatakan dia TIDAK BERSALAH!

Aa Gym menyatakan melakukan poligami atas dasar ingin mengalami sendiri salah satu bagian pelik dari kepercayaannya, dan atas dia berani mengambil keputusan untuk melakukan hal yang sulit karena itu saya nyatakan dia TIDAK BERSALAH!

Istri pertama jelas merasa terluka atas keputusan Aa Gym, kalau dia ada di masyrakat Arab yang mana poligami adalah hal yang diterima secara umum maka mungkin dia tidak bersalah….Tetapi dalam hal ini saya nyatakan dia BERSALAH!

Aa Gym tidak mempertimbangkan bagaimana perasaan anak-anaknya, bagaimana anaknya kalau anak yang lain menyebutnya ‘anak bapak poligami’ ? Bagaimana perasaan sang anak ketika harus memanggil istri kedua dengan sebutan ibu ? Bagaimana perasaan sang anak ketika melihat anak yang lain hanya punya satu bapak dan satu ibu? Atas dasar ketidak-peduliannya tentang hal ini saya nyatakan dia BERSALAH!

Aa Gym selalu berceramah tentang keluarga yang sakinah, pria mengasihi istri, dia telah mengingkari kata-katanya sendiri, mengkhianati perasaan ibu-ibu, sesuai lagu… ‘lelaki buaya darat…buset aku tertipu lagi’…dia telah menipu perasaan ibu-ibu…oleh karena itu saya nyatakan dia BERSALAH!

Kalau gua harus ngejudge Aa Gym 50-50, dia telah menjadi trendsetter akan sesuatu yang menguntungkan pria, di satu pihak dia juga melukai perasaan orang…demikian lah pertimbangan gua…

Lumpur Lapindo

November 26th, 2006 by jkidolaku

JAKARTA, KOMPAS- Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menegaskan, meskipun telah dinyatakan sebagai bencana, namun pertanggungjawaban atas kerugian dari kasus semburan lumpur panas di Porong, Sidoardjo, Jawa Timur tetap berada pada PT Lapindo Brantas.

Wow…Bung JK makin lama makin menarik simpati masyarakat saja…Mari saya sharing implikasi apa saja yang tampak nyata dari kacamata saya tentang pernyataan JK kali ini:

1. Meyakinkan masyarakat bahwa suatu badan usaha tidak bisa sembarangan menggali ‘masalah’ dan tidak menyelesaikannya

2. Lapindo adalah badan usaha milik Bp Abu Rizal Bakrie, secara tidak langsung dia telah menyatakan ‘Hey Bung, kita abdi pemerintah ya abdi pemerintah, tetapi pengusaha ya pengusaha! Selesaikanlah masalahmu sebaga pengusaha dengan cara pengusaha."

Bung JK telah membuat sikap keras terhadap sesama rekan golkar’nya, walaupun menyenangkan masyarakat, tetapi tentu tidak nyaman bagi Abu Rizal… resiko politik yang dia ambil agak tinggi kalau dia benar benar bermaksud seperti ini.. Karena Abu Rizal tentu akan memperhitungkan dukungannya bagi JK di masa depan.

Sial bagi Abu Rizal, sejak awal dia sudah ditempatkan sebagai ‘menteri terkaya’, untung bagi JK dia hanya underdog… tidak ada indikasi yang kasat mata bahwa bung JK ada menggunakan kekuasaan untuk menuai kekayaan, paling tidak hal itu yang bisa disimpulkan dari liputan media. Bias Abu Rizal sebagai ‘menteri terkaya’ sudah membuat media menyorot operasi operasi yang dilakukan oleh grup Abu Rizal, misalnya tender pipa gas beberapa waktu lalu. 

Lumpur lapindo kali ini dinyatakan oleh Abu Rizal sebagai ‘bencana alam’, tetapi saya rasa ini ‘bencana politik’ bagi dirinya juga. Untung bagi JK bisa memanfaatkan momen ini berteriak "Bola tetap di tangan anda Bung!"

Pernyataan JK tentang wanita

July 1st, 2006 by jkidolaku

Dikutip dari Suara Merdeka 01-07-2006

Menurut Eva Kusuma Sundari (FPDI-P), Wapres mengeluarkan pernyataan di Batam  bahwasanya "Menikah dengan turis dari Timur Tengah; para janda itu bisa memiliki rumah dan menghasilkan keturunan yang tampan/cantik sehingga bisa menjadi pemain sinetron."

Komentar:

Konteks selengkapnya dari pernyataan ini tidak disebut secara lengkap di sumber, tetapi jelas disebutkan dalam sebuah acara promosi pariwisata Indonesia.

Apakah Wapres menyatakan ini dalam forum formal atau dalam ramah tamah tidak disebutkan secara jelas.

Wapres kita memang sering menuai kontroversi, sejak dari sebelum menjadi presiden..anti-cina,naikkan bbm,dll…sampai sekarang ini tidak un susulan,nikahi turis kaya,lucu sekali bung JK kita ini…tapi at this rate perlu disiasati, bung JK telah membuat beberapa kelompok merasa kurang nyaman:

1. Etnis Tionghoa

2. Pengusaha dan Industrialis

3. Anak anak muda dan akademisi

4. Wanita

Kurang apa lagi ?  Kira2 beliau sudah menyinggung hampir seluruh lapisan masyarakat Apakah bung JK sudah tidak berminat menjadi presiden di 2008 ? Dengan atittude seperti ini..tampaknya bisa disimpulkan kalau mungkin…bung JK ini tidak berminat menjadi tokoh depan (Presiden)? atau mungkin…bung JK kurang mengerti pentingnya popularitas di depan kamera di era reformasi ini? Atau mungkin… beliau sudah cukup nyaman sebagai ketua Golkar dan hanya ingin menjadi politikus kuat seperti Senator Ted Kennedy? Macam macam kemungkinan tapi yang saya yakin kans JK menjadi Presiden di tahun 2008 tipis…Selama presiden masih dipilih langsung oleh rakyat.

UN Susulan

July 1st, 2006 by jkidolaku

Baru-baru ini Indonesia dihebohkan dengan kontroversi UN susulan…Walaupun arah dari kebijakan ini bagus, realistisnya kurang… Implementasi sistem pendidikan di Indonesia masih belum siap  dan terkesan lambat dalam mendukung dan mensikapi standar yang baru ini..

Yang justru disesalkan adalah masih kentalnya budaya ujian orde baru, di mana siswa bisa membeli soal ujian dari oknum depdikbud…budaya belakang layar masih kental di mana di beberapa koran bisa ditemukan iklan kira2 sbb: "Tidak lulus UN? Ikuti UN susulan…"

Pahlawan kita menuang kontroversi lagi dengan komentar keras’nya

"Tidak ada UN Susulan!"

Konsisten dengan kebijakan, tetapi konsistensi yang membuat beliau tidak populer di kalangan anak anak muda dan para akademisi… agaknya jasa beliau ini hanya bisa dihargai 5-10 tahun lagi. Ketika buah dari perbaikan standar kelulusan ini mulai nampak.

Perlu Pemerataan Antara Hakim dan Advokat

May 4th, 2006 by jkidolaku

Jusuf Kalla seperti dimuat di Kompas 27/04/2006

JK:"Bila sarjana hukum yang baik larinya ke advokat, advokat lebih baik dari jaksa. Habislah jaksa. Apalagi kalau advokatnya pintar lobi, habislah sistem kita. Dengan demikian dibutuhkan suatu keseimbangan."

Comment: Seperti biasa Bung JK adalah seorang pengusaha, dan pengusaha selalu berpikir realistis mana cost mana benefit. Sering kali bisnis itu merupakan kesenian menyeimbangkan, benefit dengan cost , win di pihak sendiri dan win di pihak lain, JK sangat pandai menggambarkan masalah secara realistis seperti ini.

Menurut Dekan Fakultas Hukum UI Hikmahanto Juwono lulusan terbaik FH biasanya memilih karir advokat daripada hakim karena penghasilannya lebih tinggi.

JK:"Mungkin inilah penyebab lemahnya penegakan hukum di Indonesia"

Comment: Penggamblangan yang lebih jelas dari quote’nya yang pertama…read on…

JK:"Di AS pun, advokat jauh lebih berhasil. Tapi hidup ini bukan hanya materi saja."

Comment: Sebanyak apapun kekaguman saya pada Bung JK, quote’nya kali ini sangat menggelitik. Kenapa yang dipakai oleh JK adalah kata "lebih berhasil" bukan "lebih kaya?" Berhasil ini luas bisa diartikan "Berprestasi", "Menjadi terkenal", "Mencapai kenaikan pangkat", dll. Sehingga menyebabkan kalimat beliau berikutnya seperti tidak nyambung "Tapi hidup ini bukan materi saja", well Bung Jusuf…berhasil memang bukan materi saja kan ? Tampaknya sebagai pengusaha karakter JK tercermin kuat dalam statement ini baginya "Berhasil" adalah "Berduit" , indikator keberhasilan adalah dari banyaknya uang yang anda dapat.

JK:"Di Indonesia kalau orang berpekara, kalau polisinya baik, tentu bisa sampai ke kejaksaan.Tapi, timbul rumor kalau kejaksaan bisa diatur. Maka polisi bilang ‘Untuk apa saya selidiki dengan baik. Kita selesaikan saja di tingkat polisi.’ Macetlah proses hukum."

JK:"Jadi harus ada kepercayaan seluruh jalur-jalur ini. Satu saja level tidak baik, habislah penegakan hukum di Indonesia."

Comment: Ya Bung Jusuf memang ahli dalam menggambarkan suatu masalah ke dalam satu anekdot yang simpel…Pendekatan ke masalahnya pun menjadi simpel untuk dilihat…Bravo Bung Jusuf…